Portal ini menyediakan jurnal terutama ruang lingkup di manufaktur, desain produk, sistem produksi, perancangan tata letak fasilitas, supply chain management dan perencanaan pengendalian produksi.
1. Adriantantri, E. (2008). Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Guna Meminimunkan Jarak dan Biaya Material Handling Menggunakan Aplikasi Quantitative System Version 3.0 Pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Grati Pasuruan. Prosiding Seminar Nasional Teknoin, 1-6. Unduh
Tata letak pabrik atau fasilitas produksi merupakan pengaturan untuk menetapkan letak fasilitas dengan mempertimbangkan aliran pemindahan bahan, luas area dan sebagainya. Hasil pengamatan langsung di PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Grati Pasuruan menunjukkan kurang tepatnya penempatan fasilitas produksi dan aliran bahan sehingga menyebabkan total jarak Material Handling menjadi panjang dan akhirnya menyebabkan total biaya Material Handling menjadi mahal. Perbaikan tata letak fasilitas produksi dilakukan dengan program Quantitative System Version 3.0 yang dipergunakan untuk mendukung pengambilan keputusan di dalam manajemen operasi. Untuk subyek tata letak (Facility Layout) menggunakan metode CRAFT (Computerized Relative Allocation Of Facilities Technique). Hal ini dilakukan untuk memperoleh lay out baru dengan total jarak perpindahan bahan yang lebih pendek sehingga total biaya material handling dapat dikurangi. Hasil analisa dan perancangan ulang tata letak fasilitas produksi ialah layout baru dengan model jarak Rectilinear Distance, yaitu jarak tempuh perpindahan bahan yang semula 6108 m menjadi sebesar 5176.8 m atau mengalami penghematan sebesar 15.2 % dari lay out sebelumnya. Sedangkan untuk biaya semula Rp.515270.88 menjadi Rp.436714.84 atau mengalami penghematan sebesar 15.2 %. Dengan demikian, lay out model Rectilinear Distance diharapkan dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi perusahaan dalam menata ulang letak fasilitas produksi di PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Grati Pasuruan.
2. Sri Kusumadewi, Hari Purnomo. (2004). Aplikasi Simulated Annealing untuk Penentuan Tata Letak Mesin. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), 1-7. Unduh
Facilities layout has very important relation with material handling systems. One of the most problem in production systems is caused by unsystematic material handling. In this research, we will try to implement simulated annealing algorithm to layout machines. Input of this research are machine number, each machine dimension (length and width), sequence of machines in each part, production volume in each part, and batch size in each part. Output of this research is machines layout with minimum total flow cost. This research solved the case with 15 machines and 25 parts. The result on this case is sequence of machines: 1, 12,7, 2, 4, 15, 6, 8, 11, 3, 9, 10, 14, 13 and 6 with total flow cost 6100.5.
.
3. Setijadi. (2005). Teknologi Informasi dalam Implementasi Proses Bisnis pada Supply Chain Management (SCM). Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI). Unduh
Supply chain management (SCM) merupakan integrasi proses-proses bisnis kunci dari pengguna akhir
sampai ke pemasok awal yang menyediakan produk, jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah untuk
pelanggan dan pihak-pihak terkait lainnya. Untuk mengimplementasikan SCM, teknologi informasi diperlukan
sebagai salah satu prasyarat.
Dalam kajian ini diidentifikasikan peranan teknologi informasi dalam penerapan SCM. Identifikasi dan
analisis dilakukan pada masing-masing proses bisnis kunci SCM, yang meliputi: manajemen hubungan
pelanggan, manajemen pelayanan pelanggan, manajemen permintaan, pemenuhan pesanan, manajemen aliran
manufaktur, manajemen hubungan pemasok, pengembangan dan komersialisasi produk, dan manajemen
pengembalian (return management).
Hasil kajian menunjukkan bagaimana teknologi informasi memegang peranan penting dalam masingmasing proses bisnis SCM. Teknologi informasi diperlukan dalam perbaikan kinerja rantai pasok terutama
untuk mengurangi ketidakpastian. Selain itu, dari hasil analisis dapat disimpulkan sejumlah kendala dalam
penerapan teknologi informasi dalam implementasi SCM tersebut..
4. Ibnu Mastur, Lumenta Hadi. (2005). Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Mengidentifikasi Pola Desain
Produk Berdasarkan Preferensi Pelanggan Menggunakan Kansei Engineering
System. Prosiding Seminar Nasional Teknoin. Unduh
Kansei Engineering System (KES) is of technologies in ergonomics that support
human-centered design. In Japanese, Kansei means customers’ taste to a certain product.
The research aims to apply KES Type II (a more recent development of KES)with artificial
neural network (back propagation model) and traingdx learning algorithm to identify
product design that fits best with customers’ taste/preferences.The model developed is able
to generate a design for steering wheel with various atributes; namely shape of button,
number of spokes, material of spokes, texture of grip, style of grip, and color. These
atributes are results from 16 pairs of Kansei words which is reduced into five main factors;
namely aestethics, emotional evaluation, color, texture, and product reliability..
5. Ismet P. Ilyas, Ayi Ruswandi . (2008).Implementasi Reverse Engineering (Re) Untuk Peningkatan
Kualitas Dan Produktifitas Industri Kerajinan. Prosiding Seminar Nasional Teknoin.Unduh
Implementasi teknologi re saat ini di politeknik manufaktur (polman) bandung telah dirasakan memberikan dampak yang positif dan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas dan produktifitas proses pengembangan serta realisasi sebuah produk. Makalah ini pada dasarnya bertujuan untuk menyajikan serta memberikan gambaran penerapan teknologi re ini..
6. Rudy Rudy, Agustinus Agustinus, Adi Chandra, Zara Elisabeth Tanring. (2008).Analisis dan Perancangan e-Supply Chain Management (Studi Kasus: PT. Prima Rezeki Pertiwi).Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI).Unduh
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis supply chain management yang ada di PT. Prima Rezeki
Pertiwi serta merancang aplikasi berbasis web untuk menerapkan E-Supply Chain Management. Metode yang
digunakan adalah metode analisis dan perancangan e-SCM. Metode analisis yang digunakan mencakup
preliminary steps (tahapan pendahuluan) dalam pengembangan e-SCM. Sedangkan metode perancangan
menggunakan pengembangan strategi e-SCM, perancangan customer service management, manufacturing and
supply chain planning, supplier relationship management, logisctic resource management serta arsitektur eSCM yang dibutuhkan. Hasil yang dicapai adalah rancangan suatu sistem e-SCM yang mampu meningkatkan
produktifitas perusahaan melalui otomatisasi informasi antara partner dalam supply chain, mengurangi biaya
operasional penyimpanan barang serta mengintegrasikan informasi diantara divisi dalam perusahaan. Dengan
menerapkan sistem e-SCM dalam PT. Prima Rezeki Pertiwi, diharapkan terjadi peningkatan produktifitas
dengan mengefektifkan proses supply chain yang berjalan dan mengefisiensikan biaya operasional yang
dikeluarkan..
7. Siswiyanti -, Kurnia Wulandari, Jaiyid Ubaidila, Djati Widodo. (2008).PENGEMBANGAN ALAT PENGASAP IKAN.Prosiding Seminar Nasional Teknoin. Unduh
Pada saat ini industri pengolahan ikan asap di Jawa Tengah khususnya Tegal makin
berkembang. Akan tetapi industri rumahan pengasapan ikan di Tegal kalah bersaing dengan
industri besar. Hal ini dikarenakan mereka masih menggunakan peralatan tradisional.Untuk
dapat berkembang, mereka membutuhkan alat pengasapan ikan yang lebih modern akan tetapi
harganya relatif murah.
Pengembangan produk pengasap ikan meliputi langkah-langkah generik pengembangan produk
menurut Ulrich dan Eppinger (2004) yaitu pengembangan konsep (Concept development),
rancangan tingkatan sistem produk (system level design), rancangan detail (detail design), uji
coba dan evaluasi (testing and refinement), uji coba proses produksi (production ramp-up).
Dari hasil pengasapan ikan dengan menggunakan alat pengasapan ikan yang telah
dikembangkan diharapkan dapat menghasilkan ikan yang kering, tidak berbau amis, ikan
matang merata, dan alat pengasap ini mempunyai sifat yang lebih ergonomis, nyaman, aman
dan efesien digunakan..
8. Eka Miranda, Julisar *. (2010). ANALISIS DAN DESAIN DATA WAREHOUSE PADA PENGEMBANGAN SISTEM
PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH (E-GOVERNMENT PROCUREMENT). Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI).Unduh
E-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara
elektronik dan berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang
meliputi pelelangan umum secara elektronik. Tulisan ini bertujuan mengarahkan hubungan antara
sistem ’online auction’ yang akan beroperasi dengan bantuan teknologi informasi dengan teknologi data
warehouse. Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang berbasiskan internet dapat digunakan untuk
mewujudkan transparansi pengadaan barang dan jasa di lingkungan departemen yang ada di pemerintahan.
Sistem ini menggunakan pendekatan object-oriented dan berbasis internet, sehingga diperoleh hasil yang
bersifat online, sederhana, fleksibel, mudah diimplementasikan di berbagai daerah, mudah diakses oleh
pengguna (user) yang pada akhirnya meningkatkan kinerja proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Data warehouse didesain dengan tujuan untuk dapat menggambarkan data yang berasal dari transaksi suatu
sistem dan menyediakan dukungan analisis bagi pengambilan keputusan untuk penggunanya. Metode analisis
dilakukan dengan menganalisa sistem yang sedang berjalan kemudian mendesain data warehouse dan evaluasi
terhadap data warehouse..
9. Evi Yuliawati . (2008). PERANCANGAN SISTEM SOLUSI PENENTUAN HARGA DAN KEPUTUSAN PRODUKSI/ORDER PADA SUPPLY CHAIN SATU PABRIK-SATU DISTRIBUTOR. Prosiding Seminar Nasional Teknoin. Unduh
Salah satu sumber pati dari umbi-umbian yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi
gula glukosa secara komersil adalah pati ubi jalar. Gula glukosa merupakan cairan jernih, dan
kental dengan komponen utamanya glukosa, diperoleh dari hidrolisis pati secara asam atau
enzim. Pada pembuatan gula glukosa ada dua tahap, yaitu tahap likuifikasi dan tahap
sakarifikasi. Perancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu
faktor dengan 3 perlakuan kombinasi hidrolisa. a1 = 0,0 1 % HCl dan enzim AMG 0,05 %, a2
= 0,02 % HCl dan enzim AMG 0,05 %, a3 = enzim α-amilase 0,03 % dan enzim AMG 0,05 %,
dengan ulangan sebanyak enam kali, Pada percobaan ini, konsentrasi substrat pati ubi jalar
yang digunakan 25 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara proses
hidrolisa baik secara asam maupun enzimatis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan
kombinasi memberikan perbedaan yang nyata terhadap warna, kejernihan, rendemen, dan
kadar padatan terlarut sirup glukosa. Setelah dilakukan pengentalan, hasilnya berbeda nyata
dilihat dari segi total padatan terlarut. Sedangkan kadar abu sirup glukosa belum memenuhi
persyaratan mutu SNI, demikian pula dari keadaan warna sirup glukosa masih berwarna
kuning agak tua. Perlakuan terbaik (kombinasi enzim dengan enzim) mempunyai kadar air
sebesar 16,11%, kadar abu 1,61%, dan kadar pati tidak nyata, warna sirup glukosa kuning
keemasan..
10. Farham HM Saleh . (2008). ANALISIS PERBANDINGAN METODE PENGUKURAN FENOMENA BULLWHIP EFFECT PADA SUPPLY CHAIN. Prosiding Seminar Nasional Teknoin. Unduh
Bullwhip effect is the phenomenon in which information on demand is distorted while moving
upstream along supply chain that cause variance of demand is amplified. Some method have
been proposed to identification and measure the bullwhip effect. Luong [2007] and Luong and
Phien [2007] proposed the ratio of order demand and customer demand variances, while
Fransoo dan Wouters [2003] proposed the ratio of coefficient of variance. This research is to
analyze the robustness of both method, for two demand pattern and the variation of data
numbers. This research recommended to use the Fransoo dan Wouters [2003]’s method for the
bullwhip effect identification..